Spiet Handerson – Sedikitnya 36 orang tewas, termasuk anak-anak, dalam tragedi desak-desakan saat kampanye politik di Tamil Nadu, India selatan, Sabtu (27/9/2025). Kampanye tersebut digelar oleh Vijay, aktor ternama yang kini berkarier sebagai politisi, dan dihadiri puluhan ribu pendukung.
Pejabat negara bagian menyebut acara sempat tertunda beberapa jam sebelum insiden terjadi. Tayangan televisi memperlihatkan orang-orang pingsan di tengah kerumunan padat yang sulit dikendalikan. Kepadatan itu memicu kepanikan dan berujung pada desak-desakan mematikan.
Politisi lokal Senthil Balaji mengonfirmasi jumlah korban di luar rumah sakit setempat. Ia juga menyebut lebih dari 50 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. “Ini tragedi yang sangat besar bagi Tamil Nadu. Kami memastikan semua korban mendapat perawatan,” ujarnya kepada wartawan.
“Baca Juga: AS Cabut Visa Presiden Kolombia Gara-Gara Demo Palestina”
Menteri Kesehatan Negara Bagian, Ma Subramanian, menyampaikan rincian korban tewas kepada media. Dari 36 korban, 16 adalah perempuan, sembilan laki-laki, dan enam anak-anak. Pemerintah setempat menyiapkan kompensasi bagi keluarga korban serta perawatan penuh bagi korban luka.
Kepolisian Tamil Nadu telah memulai penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kericuhan. Faktor penundaan acara dan buruknya pengendalian massa diduga memperparah situasi. Para pengamat menyebut insiden ini menunjukkan lemahnya manajemen kerumunan dalam acara politik besar di India.
Tragedi ini menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat Tamil Nadu, sekaligus sorotan terhadap keselamatan publik dalam kampanye politik. Pemerintah berjanji meningkatkan pengawasan keamanan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
36 Tewas Akibat Desak-desakan, Tamil Nadu Berduka, Vijay dan Modi Sampaikan Belasungkawa atas Tragedi Kampanye
Tragedi desak-desakan di kampanye politik aktor-turned-politisi Vijay di Tamil Nadu, India, menewaskan 36 orang dan melukai lebih dari 50 lainnya. Insiden maut ini menimbulkan duka mendalam dan memicu seruan untuk penyelidikan menyeluruh serta perbaikan manajemen kerumunan di acara besar.
Kepala Menteri Tamil Nadu, MK Stalin, mengonfirmasi sejumlah orang pingsan akibat terhimpit dan segera dibawa ke rumah sakit. Ia mengatakan bantuan tambahan telah diminta dari dokter di distrik sekitar untuk menangani korban. Stalin juga mengumumkan kompensasi satu juta rupee (sekitar Rp188,5 juta) bagi keluarga korban, serta memastikan penyelidikan penuh atas peristiwa ini.
“Baca Juga: Empat Pendulang Emas Selamat, 2 Tewas Ditembak KKB”
Dalam pernyataan daring, Vijay menyatakan hatinya hancur oleh tragedi tersebut. Ia menggambarkan perasaan duka sebagai “tak tertahankan dan tak terlukiskan,” sambil menyampaikan simpati mendalam bagi keluarga korban dan doa untuk kesembuhan korban luka. Pernyataan itu dikutip media internasional seperti BBC.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, turut menyampaikan belasungkawa melalui unggahan di X. Ia menyebut insiden ini sebagai peristiwa “sangat disayangkan” dan “sangat menyedihkan,” seraya menyatakan solidaritasnya dengan keluarga korban.
Tragedi akibat kerumunan besar bukan hal baru di India. Tahun ini saja, beberapa insiden serupa terjadi, termasuk di festival keagamaan Kumbh Mela Hindu dan di luar stadion kriket. Para pengamat menilai insiden ini menyoroti lemahnya pengelolaan massa dalam acara publik berskala besar.
Pemerintah Tamil Nadu berjanji meningkatkan standar keselamatan di masa depan. Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa keselamatan publik harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan politik maupun budaya yang melibatkan massa besar.




Leave a Reply