Ekonomi

IHSG Menguat Seiring Respon Otoritas soal MSCI

spiethanderson.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Selasa sore.
Pergerakan ini dipicu respons positif pelaku pasar terhadap langkah transparansi otoritas terkait isu Morgan Stanley Capital International (MSCI).

IHSG melesat 199,87 poin atau 2,52 persen ke level 8.122,60.
Sementara indeks LQ45, yang memuat 45 saham unggulan, naik 17,48 poin atau 2,17 persen ke posisi 823,72.

“Technical rebound karena sudah oversold, dan faktor transparansi dari regulator terkait isu MSCI,” kata Muhammad Wafi, Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI).

Wafi menambahkan, pergerakan IHSG sepanjang pekan ini diperkirakan cenderung konsolidasi dengan peluang menguat.
Investor asing masih bersikap wait and see menunggu pengumuman lanjutan dari MSCI.

Baca juga: “Profil Thomas Djiwandono, Wamenkeu Kini Deputi Gubernur BI”

Aktivitas Investor Domestik dan Musim Laporan Keuangan

Sementara investor asing menunggu kepastian, investor domestik aktif melakukan bargain hunting.
“Banyak yang mencari peluang karena sebentar lagi musim laporan keuangan full year 2025,” jelas Wafi.

Hal ini menunjukkan bahwa investor domestik mulai memanfaatkan momen koreksi teknis untuk mengakumulasi saham unggulan.
Pergerakan ini juga memperkuat optimisme terhadap perbaikan pasar jangka menengah.

Rebound Harga Komoditas Emas dan Perak

Selain saham, harga komoditas juga menunjukkan rebound pada perdagangan Selasa.
Emas dan perak kembali naik setelah sempat tertekan aksi jual besar selama dua hari berturut-turut.

Menurut Wafi, koreksi tajam sebelumnya lebih karena penyesuaian posisi, bukan sinyal penurunan jangka panjang.
“Koreksi sebelumnya bukan indikasi pelemahan fundamental, tetapi hanya penyesuaian teknis pasar,” ujarnya.

Data Ekonomi Global yang Dipantau Investor

Pelaku pasar juga memantau data inflasi di Eropa dan Amerika Serikat.
Inflasi Januari 2026 di Eropa diprediksi melambat ke 1,8 persen (yoy) dari sebelumnya 1,9 persen (yoy).

Sementara indeks ISM Service PMI Amerika Serikat diperkirakan relatif stabil di level 54,3 dari 54,4 pada Desember 2025.
Data ini menjadi indikator tambahan bagi investor global dalam menilai arus modal dan sentimen risiko pasar.

Pergerakan Harian dan Sektor yang Menguat

Secara harian, IHSG sempat dibuka melemah, lalu berbalik menguat dan bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama.
Pada sesi kedua, IHSG tetap nyaman di area positif sampai perdagangan ditutup.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor menguat.
Kenaikan tertinggi dipimpin sektor barang baku melonjak 6,52 persen, disusul sektor properti naik 5,02 persen, serta sektor transportasi dan logistik menguat 4,97 persen.

Saham yang menguat signifikan antara lain HUMI, LEAD, GTSI, BUMI, dan OASA.
Sementara saham yang turun paling dalam adalah NSSS, MORA, FILM, INTD, dan RMKO.

Aktivitas Transaksi Saham

Frekuensi perdagangan tercatat 3.273.812 kali dengan volume 61,09 miliar lembar saham.
Nilai transaksi harian mencapai Rp29,35 triliun.

Dari total saham yang diperdagangkan, 654 saham menguat, 108 saham melemah, dan 56 saham stagnan.
Data ini menegaskan sentimen positif pasar yang luas dan dukungan likuiditas di perdagangan saham Indonesia.

Tren Regional Asia

Pasar saham Asia juga menunjukkan penguatan pada sore ini.
Indeks Nikkei melonjak 2.065,50 poin atau 3,92 persen ke 54.720,69.

Indeks Shanghai naik 51,98 poin atau 1,29 persen ke 4.067,73, indeks Hang Seng menguat 59,19 poin atau 0,22 persen ke 26.834,76, dan indeks Strait Times naik 51,81 poin atau 1,06 persen ke 4.944,08.
Kenaikan regional ini mendukung sentimen positif IHSG dan arus modal masuk ke pasar Asia Tenggara.

Penguatan IHSG dipengaruhi kombinasi faktor teknikal, transparansi otoritas terkait MSCI, serta aktivitas domestik.
Investor domestik memanfaatkan peluang bargain hunting, sementara asing menunggu kepastian pasar global.

Kinerja sektor dan saham unggulan yang kuat menunjukkan optimisme pelaku pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
Dengan dukungan likuiditas, transparansi, dan data global yang kondusif, peluang penguatan IHSG jangka menengah masih terbuka.

Langkah proaktif otoritas pasar dan pemantauan data makro global diharapkan menjaga stabilitas dan menarik minat investor domestik serta asing.
Investor disarankan memantau perkembangan MSCI dan laporan keuangan untuk strategi alokasi portofolio yang tepat.

Baca juga: “Girang IHSG Menguat, Airlangga: Dana Asing Sudah Masuk Lagi!”

setnis

Share
Published by
setnis
Tags: IHSGMSCI

Recent Posts

Retret Lembah Tidar: Agenda Prabowo dan Ketua DPRD

Spiethanderson - Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar agenda krusial di Akademi Militer, Magelang. Beliau mengumpulkan…

13 hours ago

Pertahanan RI-AS: Kemlu Bantah Bebas Ruang Udara

Spiethanderson - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan pernyataan resmi terkait diplomasi militer terbaru Pertahanan…

2 days ago

Emas Antam Lompat Rp 45.000 Usai Anjlok

Spiethanderson - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan pembalikan arah yang sangat…

5 days ago

Ketum GRIB ke Menteri Ara: Buktikan Ini Lahan Negara!

Spiethanderson - Ketua Umum GRIB Jaya melontarkan tuntutan keras kepada Menteri Maruarar Sirait. Ia meminta…

7 days ago

Roamer Masterclass: 5 Trik Rotasi untuk Dominasi Objektif Tim

Spiethanderson - Dalam ekosistem kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), peran Roamer telah bertransformasi dari…

1 week ago

Samsung Galaxy S27: Bocoran Varian Baru yang Siap Meluncur

Spiethanderson - Rumor lini Samsung Galaxy S27 kini semakin memanas di kalangan pecinta teknologi global.…

1 week ago