International

121 Tewas dalam Penggerebekan Polisi Brutal di Brasil

SPIETHANDERSON.COM – 121 Tewas dalam Penggerebekan Polisi Brutal Saat Operasi polisi paling mematikan dalam sejarah Brasil menewaskan 121 orang, termasuk empat petugas, di kawasan favela Penha, Rio de Janeiro. Puluhan jenazah ditemukan di hutan sekitar favela, sementara ratusan keluarga berusaha mengidentifikasi kerabat yang hilang di kamar mayat setempat.

Korban dan Tanda Penyiksaan

Banyak jenazah menunjukkan anggota tubuh terikat dan tanda-tanda penyiksaan, memicu protes warga dan kecaman politik. Hingga Kamis (30/10/2025), lebih dari 100 jenazah masih menunggu autopsi dan identifikasi resmi. Penduduk lokal mengamati proses identifikasi dari luar pagar, berharap mendapat kabar terbaru tentang keluarga mereka.

Baca Juga: Favela Brasil Sedikitnya 119 Tewas dalam Penggerebekan Brutal

Victor Santos, Sekretaris Keamanan Negara Bagian Rio, menyatakan, “Setiap pelanggaran yang mungkin terjadi, yang saya yakini tidak terjadi, akan diselidiki,” seperti dilaporkan Reuters, Jumat (31/10/2025).

Reaksi Pemerintah dan Pejabat Publik 121 Tewas dalam Penggerebekan Polisi Brutal

Gubernur Rio de Janeiro, Claudio Castro, menyebut operasi itu sukses. Ia menegaskan bahwa satu-satunya korban sejati adalah petugas yang terbunuh, sementara korban lainnya adalah anggota geng Comando Vermelho. Castro dijadwalkan bertemu gubernur negara bagian lain untuk mendiskusikan dukungan politik terhadap operasi tersebut.

Di sisi lain, anggota parlemen sayap kiri, dipimpin Taliria Petrone, mengunjungi Penha dan menuntut “kebenaran, keadilan, dan akuntabilitas” atas pelanggaran HAM yang terjadi. Pejabat PBB juga menyerukan penyelidikan menyeluruh atas tingginya korban jiwa dalam operasi bersenjata ini.

Janji Presiden dan Tindakan Federal 121 Tewas dalam Penggerebekan Polisi Brutal

Presiden Luiz Inácio Lula da Silva mengecam tindakan polisi yang tidak terkoordinasi dengan pemerintah federal. Ia menegaskan perlunya operasi yang menargetkan geng tanpa membahayakan warga sipil dan aparat kepolisian. Pada hari Kamis, Presiden menandatangani undang-undang baru untuk meningkatkan perlindungan pejabat publik yang memerangi kejahatan terorganisir.

Penutup: Dampak dan Tuntutan Reformasi

Tragedi penggerebekan ini menjadi sorotan global terkait praktik polisi di favela Brasil. Tingginya jumlah korban menegaskan kebutuhan mendesak akan reformasi kepolisian, transparansi, dan akuntabilitas dalam operasi keamanan bersenjata. Komunitas internasional menuntut penyelidikan cepat agar insiden serupa tidak terulang.

setnis

Recent Posts

Retret Lembah Tidar: Agenda Prabowo dan Ketua DPRD

Spiethanderson - Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar agenda krusial di Akademi Militer, Magelang. Beliau mengumpulkan…

9 hours ago

Pertahanan RI-AS: Kemlu Bantah Bebas Ruang Udara

Spiethanderson - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan pernyataan resmi terkait diplomasi militer terbaru Pertahanan…

2 days ago

Emas Antam Lompat Rp 45.000 Usai Anjlok

Spiethanderson - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan pembalikan arah yang sangat…

4 days ago

Ketum GRIB ke Menteri Ara: Buktikan Ini Lahan Negara!

Spiethanderson - Ketua Umum GRIB Jaya melontarkan tuntutan keras kepada Menteri Maruarar Sirait. Ia meminta…

6 days ago

Roamer Masterclass: 5 Trik Rotasi untuk Dominasi Objektif Tim

Spiethanderson - Dalam ekosistem kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), peran Roamer telah bertransformasi dari…

1 week ago

Samsung Galaxy S27: Bocoran Varian Baru yang Siap Meluncur

Spiethanderson - Rumor lini Samsung Galaxy S27 kini semakin memanas di kalangan pecinta teknologi global.…

1 week ago