International

China Uji Rudal Hipersonik Murah dari Material Sipil

Spiet Handerson –  China Uji Rudal Hipersonik YKJ-1000 dengan biaya produksi rendah menggunakan material sipil, termasuk semen berbusa, untuk lapisan tahan panasnya. Rudal ini mampu melaju hingga Mach 7 dengan jangkauan 1.300 km.

Menurut South China Morning Post, biaya per unit rudal ini hanya sekitar 700.000 yuan atau Rp1,6 miliar, setara harga mobil mewah di Indonesia. Bandingkan dengan sistem THAAD buatan AS seharga USD 12–15 juta dan Patriot PAC-3 sekitar USD 3,7–4,2 juta per unit.

Rudal ini menunjukkan kemampuan manufaktur sipil China dimanfaatkan untuk produksi militer mutakhir dengan biaya rendah. Pengamat militer Wei Dongxu mengatakan, “Jika dipasarkan secara internasional, daya saingnya akan sangat tinggi karena harganya murah dan efektivitasnya tinggi.”

Baca Juga: PNS Divonis 5 Tahun Penjara Usai 10 Tahun Mangkir Kerja

YKJ-1000 berpotensi mengubah keseimbangan strategis global. Negara kecil bisa menantang kekuatan militer besar. Misalnya, Venezuela bisa menggunakan rudal ini untuk memperkuat pertahanan terhadap kapal induk AS di lepas pantainya. China juga dapat menekan sistem pertahanan Taiwan dengan rudal murah dan jangkauan jauh, sambil menghemat sumber daya.

Lingkong Tianxing memanfaatkan rantai pasokan matang, komponen sipil, dan keahlian teknis kedirgantaraan untuk memproduksi massal. Pimpinan perusahaan Wang Yudong menekankan strategi “buatan China” dan penggunaan teknologi sipil dalam konstruksi rudal. Perusahaan berencana mempublikasikan artikel untuk menjawab pertanyaan tentang biaya produksi yang rendah.

Peluncuran rudal hipersonik murah ini menegaskan kemampuan China menggabungkan inovasi sipil dan militer. Pakar strategi internasional menilai langkah ini bisa berdampak besar pada pasar pertahanan global dan keamanan regional.

China Uji Rudal Hipersonik Murah China Bisa Ubah Strategi Militer Global

Rudal YKJ-1000 menandai inovasi China dalam menggabungkan teknologi sipil dan militer. Pakar pertahanan menilai pendekatan ini meningkatkan efisiensi biaya produksi.

Penggunaan material sipil, termasuk semen berbusa, dan komponen elektronik drone sipil, menunjukkan kapasitas manufaktur massal China. Strategi ini memungkinkan produksi cepat dan murah.

Baca Juga: Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370 Mulai Bulan Ini

Para analis militer menyoroti potensi rudal ini untuk negara-negara kecil. Rudal murah dan hipersonik dapat menyeimbangkan kekuatan terhadap negara dengan anggaran pertahanan besar.

Kehadiran YKJ-1000 juga menantang pertahanan tradisional. Sistem rudal mahal seperti THAAD atau Patriot dapat tertekan dengan ancaman hipersonik biaya rendah yang sulit dicegat.

Pengembangan ini memperkuat posisi China di pasar pertahanan global. Pakar strategi menekankan bahwa inovasi biaya rendah bisa memicu perlombaan senjata baru di kawasan Asia dan dunia.

setnis

Recent Posts

Retret Lembah Tidar: Agenda Prabowo dan Ketua DPRD

Spiethanderson - Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar agenda krusial di Akademi Militer, Magelang. Beliau mengumpulkan…

8 hours ago

Pertahanan RI-AS: Kemlu Bantah Bebas Ruang Udara

Spiethanderson - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan pernyataan resmi terkait diplomasi militer terbaru Pertahanan…

2 days ago

Emas Antam Lompat Rp 45.000 Usai Anjlok

Spiethanderson - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan pembalikan arah yang sangat…

4 days ago

Ketum GRIB ke Menteri Ara: Buktikan Ini Lahan Negara!

Spiethanderson - Ketua Umum GRIB Jaya melontarkan tuntutan keras kepada Menteri Maruarar Sirait. Ia meminta…

6 days ago

Roamer Masterclass: 5 Trik Rotasi untuk Dominasi Objektif Tim

Spiethanderson - Dalam ekosistem kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), peran Roamer telah bertransformasi dari…

1 week ago

Samsung Galaxy S27: Bocoran Varian Baru yang Siap Meluncur

Spiethanderson - Rumor lini Samsung Galaxy S27 kini semakin memanas di kalangan pecinta teknologi global.…

1 week ago