International

Eks PM Bangladesh Sheikh Hasina Dituntut Hukuman Mati

Spiet Handerson –  Eks PM Bangladesh Sheikh Hasina Dituntut Jaksa penuntut di Bangladesh menuntut hukuman mati bagi mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina yang kini berstatus buron. Tuntutan tersebut diajukan dalam sidang pada Kamis (16/10/2025) di Dhaka. Hasina dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait tindakan keras aparat keamanan terhadap pemberontakan mahasiswa pada 2024.

Dugaan Pembunuhan Massal dan Tanggung Jawab Hasina

Jaksa Agung Tajul Islam menyatakan Hasina bertanggung jawab atas pembunuhan massal yang menewaskan sekitar 1.400 orang. “Kami menuntut hukuman tertinggi untuknya. Untuk satu pembunuhan, satu hukuman mati adalah aturannya. Untuk 1.400 pembunuhan, dia seharusnya dihukum 1.400 kali — tetapi karena itu tidak mungkin secara manusiawi, kami menuntut setidaknya satu,” kata Islam kepada wartawan, dikutip dari AFP.

“Baca Juga: Randrianirina Resmi Dilantik Jadi Presiden Baru Madagaskar”

Pelarian Hasina dan Latar Belakang Kasus

Sheikh Hasina, 78 tahun, melarikan diri ke India pada 2024 setelah pemerintahannya dituduh menggunakan kekuatan mematikan untuk menekan pemberontakan mahasiswa. Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bentrokan antara Juli dan Agustus 2024 menyebabkan ribuan orang terluka dan hingga 1.400 korban meninggal. Pengadilan di Dhaka telah memerintahkan Hasina kembali ke Bangladesh, namun ia menolak perintah tersebut.

Eks PM Bangladesh Sheikh, Tersangka Lain dan Pengakuan Bersalah

Selain Hasina, mantan Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan Kamal juga dituduh terlibat dan kini menjadi buron. Sementara itu, mantan Kepala Polisi Chowdhury Abdullah Al-Mamun telah ditahan dan mengaku bersalah. Jaksa penuntut umum menegaskan Kamal juga harus dijatuhi hukuman mati karena perannya dalam tragedi tersebut.

Sidang Panjang dan Kesaksian Saksi

Sidang yang dibuka sejak 1 Juni 2025 telah mendengarkan puluhan kesaksian dari korban dan saksi peristiwa. Mereka menuduh Hasina memerintahkan atau gagal mencegah pembunuhan massal. “Tujuannya adalah mempertahankan kekuasaan secara permanen, untuk dirinya dan keluarganya,” ujar Tajul Islam di hadapan pengadilan.

“Baca Juga: TNI Tewaskan 14 KKB, Bongkar Deretan Aksi Brutal OPM 2025”

Eks PM Bangladesh Sheikh, Dampak Politik dan Arah Masa Depan Bangladesh

Kasus ini menjadi salah satu proses hukum paling sensitif dalam sejarah politik Bangladesh. Pengamat menilai, hasil akhir sidang akan berpengaruh besar terhadap stabilitas politik dan masa depan demokrasi di negara tersebut. Pemerintah sementara kini menghadapi tekanan internasional untuk memastikan proses hukum berlangsung adil dan transparan.

setnis

Recent Posts

Retret Lembah Tidar: Agenda Prabowo dan Ketua DPRD

Spiethanderson - Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar agenda krusial di Akademi Militer, Magelang. Beliau mengumpulkan…

7 hours ago

Pertahanan RI-AS: Kemlu Bantah Bebas Ruang Udara

Spiethanderson - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan pernyataan resmi terkait diplomasi militer terbaru Pertahanan…

2 days ago

Emas Antam Lompat Rp 45.000 Usai Anjlok

Spiethanderson - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan pembalikan arah yang sangat…

4 days ago

Ketum GRIB ke Menteri Ara: Buktikan Ini Lahan Negara!

Spiethanderson - Ketua Umum GRIB Jaya melontarkan tuntutan keras kepada Menteri Maruarar Sirait. Ia meminta…

6 days ago

Roamer Masterclass: 5 Trik Rotasi untuk Dominasi Objektif Tim

Spiethanderson - Dalam ekosistem kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), peran Roamer telah bertransformasi dari…

1 week ago

Samsung Galaxy S27: Bocoran Varian Baru yang Siap Meluncur

Spiethanderson - Rumor lini Samsung Galaxy S27 kini semakin memanas di kalangan pecinta teknologi global.…

1 week ago