International

Iran Serukan Balas Darah atas Tewasnya Pemimpin Hezbollah

Spiet Handerson – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyerukan balas dendam setelah komandan Hezbollah, Haitham Ali Tabatabai, tewas dalam serangan Israel di Beirut. Insiden ini menandai eskalasi serius sejak gencatan senjata rapuh berlaku setahun terakhir.

IRGC menegaskan bahwa Poros Perlawanan dan Hezbollah berhak membalas darah pejuang Islam yang gugur. Tabatabai tewas bersama beberapa komandan senior Hezbollah, menunjukkan dampak signifikan pada struktur pimpinan kelompok. Pernyataan ini disampaikan Rabu, 26 November 2025.

Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mendukung seruan balasan terhadap Israel. Ia menilai tindakan Netanyahu terus memicu ketegangan dan menekankan konfrontasi sebagai respons yang diharapkan Iran.

Baca Juga: Turki Luncurkan Drone Canggih untuk Operasi Penyelamatan

Serangan Israel menghantam gedung apartemen di wilayah padat selatan Beirut. Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan serangan dilakukan atas rekomendasi Menteri Pertahanan dan komandan militer. Serangan ini memicu kekhawatiran meningkatnya ketegangan regional.

Upaya diplomatik masih berlangsung, dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot. Pertemuan ini diharapkan mendorong Iran melanjutkan kerja sama dengan badan pengawas nuklir PBB sekaligus menahan eskalasi konflik.

Ketegangan Meningkat, Iran dan Hezbollah Siap Tindak Lanjut Serangan Israel

IRGC menekankan kesiapan untuk mengambil langkah tegas setelah kematian Haitham Ali Tabatabai. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran tetap mendukung Hezbollah secara militer dan finansial, menegaskan hubungan strategis kedua pihak.

Hezbollah Lebanon menyatakan duka mendalam atas tewasnya Tabatabai. Kelompok ini menegaskan kesetiaan kepada para pejuang yang gugur dan siap merespons serangan Israel, mengindikasikan potensi konfrontasi lebih lanjut.

Baca Juga: Pembunuhan Pria dalam Karung di Tangerang Ditangkap

Ali Larijani menyebut Israel terus memperluas agresi meskipun gencatan senjata telah berlaku. Pernyataan ini menyoroti risiko meningkatnya ketegangan di wilayah Timur Tengah dan perlunya pemantauan internasional.

Serangan Israel menargetkan kawasan padat penduduk Beirut, menimbulkan korban sipil dan kerusakan properti. Lokasi ini menjadi pusat kegiatan Hezbollah, sehingga serangan berdampak pada keamanan lokal dan regional.

Di sisi diplomasi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Prancis untuk membahas kerja sama nuklir dan ketegangan regional. Pertemuan ini menjadi upaya mencegah eskalasi lebih luas dan menekankan pentingnya jalur diplomatik.

setnis

Share
Published by
setnis

Recent Posts

Retret Lembah Tidar: Agenda Prabowo dan Ketua DPRD

Spiethanderson - Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar agenda krusial di Akademi Militer, Magelang. Beliau mengumpulkan…

6 hours ago

Pertahanan RI-AS: Kemlu Bantah Bebas Ruang Udara

Spiethanderson - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan pernyataan resmi terkait diplomasi militer terbaru Pertahanan…

2 days ago

Emas Antam Lompat Rp 45.000 Usai Anjlok

Spiethanderson - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan pembalikan arah yang sangat…

4 days ago

Ketum GRIB ke Menteri Ara: Buktikan Ini Lahan Negara!

Spiethanderson - Ketua Umum GRIB Jaya melontarkan tuntutan keras kepada Menteri Maruarar Sirait. Ia meminta…

6 days ago

Roamer Masterclass: 5 Trik Rotasi untuk Dominasi Objektif Tim

Spiethanderson - Dalam ekosistem kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), peran Roamer telah bertransformasi dari…

1 week ago

Samsung Galaxy S27: Bocoran Varian Baru yang Siap Meluncur

Spiethanderson - Rumor lini Samsung Galaxy S27 kini semakin memanas di kalangan pecinta teknologi global.…

1 week ago