Seribu Pendaki Terjebak Badai Salju di Everest. WNI Selamat
Spiet Handerson – Seribu Pendaki dilaporkan terjebak badai salju di wilayah pegunungan Everest, tepatnya di jalur pendakian sisi Tibet, Provinsi Otonomi Khusus Xizang, Tiongkok. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, menyampaikan bahwa pihaknya bersama KBRI Dhaka dan KBRI Beijing terus memantau perkembangan situasi di lokasi. “Berdasarkan informasi yang dihimpun KBRI Dhaka dan KBRI Beijing, sejauh ini tidak terdapat laporan mengenai WNI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut,” ujar Judha, Selasa (7/10/2025).
“Baca Juga: PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur Setelah 27 Hari Menjabat”
Ia menjelaskan bahwa tim penyelamat gabungan dari otoritas setempat masih melakukan operasi pencarian dan evakuasi terhadap para pendaki yang terjebak. Wilayah pegunungan Everest memang dikenal ekstrem, terutama ketika kondisi cuaca berubah tiba-tiba. Badai salju yang melanda kali ini disebut sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.
Kemlu juga berkoordinasi dengan otoritas lokal dan pihak berwenang untuk memastikan keamanan seluruh pendaki asing, termasuk warga negara Indonesia.
Hingga kini, operasi penyelamatan masih berlangsung dengan fokus utama pada evakuasi dan penyaluran bantuan logistik. Pemerintah Indonesia mengimbau masyarakat agar menunda kegiatan pendakian di wilayah Everest hingga kondisi cuaca kembali normal.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mengimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk menunda rencana pendakian ke Gunung Everest. Imbauan ini dikeluarkan menyusul insiden badai salju besar yang menyebabkan sekitar 1.000 pendaki terjebak di wilayah pegunungan Everest, tepatnya di jalur pendakian melalui Tibet, Provinsi Otonomi Khusus Xizang, Tiongkok.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, mengatakan langkah preventif telah dilakukan oleh KBRI Beijing untuk menjaga keselamatan WNI. “KBRI Beijing telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah pendakian, khususnya yang akan naik melalui Tibet, agar menunda perjalanan dan pendakian ke Gunung Everest,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).
“Baca Juga: ODGJ Ngamuk di Cilandak, 4 Warga Jadi Korban Penusukan”
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Kemlu juga membuka layanan darurat bagi WNI yang memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut.
Selain memberikan imbauan, Kemlu memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan KBRI Beijing dan KBRI Dhaka untuk memantau situasi di lapangan. Fokus utama pemerintah adalah memastikan keselamatan dan keamanan seluruh WNI yang berada di Nepal, Tibet, dan wilayah sekitarnya.
Operasi penyelamatan terhadap ribuan pendaki yang terjebak masih berlangsung di bawah koordinasi tim gabungan setempat. Hingga kini, belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban.
LRT Jabodebek Cetak Rekor Penumpang pada Mei 2026, Mobilitas Publik Terus Menguat spiethanderson - LRT…
Rekam Jejak Emas Bojan Hodak dan Transisi Strategis Kursi Pelatih Persib Bandung spiethanderson - Manajemen…
Keunggulan HP Spectre x360 14 Sebagai Standar Baru AI PC Premium 2026 spiethanderson - HP…
spiethanderson - Sony Interactive Entertainment terus mendefinisikan ulang standar hiburan interaktif melalui PlayStation 5 Slim.…
Spiethanderson - BMKG merilis data terbaru mengenai pola cuaca ekstrem yang melanda wilayah Indonesia hari…
Spiethanderson - Tim bulu tangkis putra Indonesia mencatat hasil paling kelam sepanjang sejarah keikutsertaan mereka…