Santunan Korban Mei 1998 Diserahkan Wamen HAM Jelang Ramadan
spiethanderson.com – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) menyerahkan bantuan paket sembako kepada keluarga korban peristiwa Mei 1998. Kegiatan digelar saat acara munggahan dan silaturahmi menjelang Ramadan 1447 Hijriah di Klender, Jakarta Timur, Minggu (15/2).
Bantuan ini diberikan kepada warga yang menjadi keluarga korban kebakaran mal Klender saat kerusuhan Mei 1998. Dalam tragedi tersebut, beberapa anggota keluarga hilang atau meninggal dunia.
“Agenda ini merupakan silaturahmi antara pemerintah dan korban serta keluarga korban pelanggaran HAM, sekaligus koordinasi untuk menginformasikan update terkait perjuangan mencari keadilan,” kata Mugiyanto.
Wamen HAM menegaskan bahwa penyelesaian pelanggaran HAM berat telah dimulai sejak pemerintahan Presiden . Pemerintah sebelumnya telah mengakui dan menyampaikan penyesalan atas pelanggaran HAM yang terjadi.
“Beberapa tahun lalu pada era kepemimpinan Presiden Jokowi, masalah ini sudah dimulai penyelesaiannya. Kini kami di Kementerian HAM melanjutkan pemulihannya,” ujarnya. Langkah pemulihan mencakup aspek sosial-ekonomi dan pemulihan komprehensif lainnya untuk korban.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian HAM dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Pendekatan ini diharapkan bisa meringankan beban keluarga korban sekaligus memberikan rasa keadilan dan perhatian negara.
Baca juga: “Nasib Tambang Emas Martabe Bakal Diumumkan Pekan Depan”
Setelah acara resmi, Wamen HAM menyempatkan diri mengunjungi rumah salah satu keluarga korban. Ia berdialog langsung dengan warga untuk mendengar persoalan sosial yang mereka hadapi dan harapan mereka terhadap pemerintah.
Menurut Mugiyanto, Kementerian HAM saat ini tengah memverifikasi data korban yang telah dikeluarkan Komnas HAM, sekaligus memetakan kondisi dan kebutuhan korban pelanggaran HAM berat. Data ini akan menjadi dasar perencanaan langkah pemulihan selanjutnya.
“Langkah pemulihan sosial dan ekonomi menjadi fokus kami. Semua tindakan akan mengacu pada kebutuhan riil korban agar prosesnya tepat sasaran,” jelasnya.
Pemberian bantuan sembako kepada keluarga korban ini tidak hanya simbolik, tetapi juga bagian dari program pemulihan sosial ekonomi. Bentuk perhatian ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga korban dan memperkuat kepercayaan mereka terhadap pemerintah.
Kegiatan munggahan menjelang Ramadan juga menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan korban pelanggaran HAM, sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah hadir secara nyata dalam pemenuhan hak-hak warga terdampak sejarah kelam Indonesia.
Ke depan, Kementerian HAM akan terus memantau proses pemulihan, melibatkan berbagai lembaga terkait untuk memastikan seluruh korban mendapatkan perlakuan adil, aman, dan bermartabat. Dengan demikian, langkah ini menjadi bagian dari komitmen negara terhadap hak asasi manusia dan keadilan sosial.
Baca juga: “Wiwin Suryadinata, Ibu Korban Perkosaan Mei 1998 Yang Menolak Diam”
Spiethanderson - Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar agenda krusial di Akademi Militer, Magelang. Beliau mengumpulkan…
Spiethanderson - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan pernyataan resmi terkait diplomasi militer terbaru Pertahanan…
Spiethanderson - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan pembalikan arah yang sangat…
Spiethanderson - Ketua Umum GRIB Jaya melontarkan tuntutan keras kepada Menteri Maruarar Sirait. Ia meminta…
Spiethanderson - Dalam ekosistem kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), peran Roamer telah bertransformasi dari…
Spiethanderson - Rumor lini Samsung Galaxy S27 kini semakin memanas di kalangan pecinta teknologi global.…