Penjual daging sapi
spiethanderson.com – Harga daging sapi di Jakarta sempat mengalami lonjakan beberapa hari terakhir akibat aksi mogok yang dilakukan sejumlah pedagang dan pemotong daging. Asisten Perekonomian dan Keuangan DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan bahwa para pemotong daging sempat menghentikan aktivitasnya selama tiga hari.
“Memang kemarin sempat terjadi lonjakan, karena tiga hari itu kawan-kawan pemotong menyatakan mogok,” ujar Eliawati saat ditemui di Jakarta Pusat, Jumat.
Meski berdampak pada harga, lonjakan tersebut tidak berlangsung lama karena koordinasi lintas sektor yang cepat dan dukungan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Koordinasi yang kuat dan stok yang tersedia membuat dampaknya hanya sementara,” tambahnya.
Saat ini, harga daging sapi di pasaran Jakarta mulai kembali normal, dengan variasi tergantung jenis potongan dan kadar lemaknya. Elia menjelaskan bahwa harga tertinggi saat ini berada di angka Rp143 ribu per kilogram untuk potongan has dalam, sementara potongan dengan kadar lemak rendah, seperti CL 5 persen, dibanderol di bawah Rp100 ribu.
“Perbedaan harga sesuai spesifikasi tetap ada, jadi masyarakat bisa menyesuaikan pilihan daging dengan kebutuhan dan kemampuan beli,” jelas Elia.
Baca juga: “IHSG Menguat Seiring Respon Otoritas soal MSCI”
Pemprov DKI juga terus memperluas akses distribusi pangan murah untuk menjaga harga daging sapi tetap terkendali. Program ini kini hadir di 197 titik di seluruh Jakarta agar masyarakat mudah mendapatkan daging dengan harga terjangkau.
“Hanya memang tantangannya adalah memperbaiki sistem kuota agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh daging,” kata Elia.
Dengan pasokan yang aman dan distribusi yang diperluas, Pemprov DKI optimistis harga daging sapi dapat terkontrol. Langkah-langkah ini diharapkan memenuhi kebutuhan warga tanpa menimbulkan gejolak harga di pasar.
Lonjakan harga akibat mogok pedagang menunjukkan bahwa distribusi pangan di Jakarta rentan terhadap gangguan sementara. Meski demikian, strategi penguatan stok BUMD dan penyebaran pangan murah terbukti mampu menahan dampak signifikan terhadap konsumen.
Selain itu, variasi harga daging menurut potongan dan kadar lemak menjadi alternatif bagi masyarakat untuk tetap memenuhi kebutuhan protein hewani sesuai kemampuan finansial. Pendekatan ini juga mendorong pengendalian harga pasar tanpa intervensi langsung yang merugikan pedagang.
Pemprov DKI berencana terus memonitor fluktuasi harga dan memperluas koordinasi dengan pedagang serta distributor. Hal ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pasokan, permintaan, dan daya beli warga ibu kota.
Mogok pedagang dan pemotong daging sempat memicu kenaikan harga daging sapi di Jakarta, namun dampaknya terbatas berkat koordinasi cepat dan dukungan BUMD. Harga kini kembali stabil dengan variasi sesuai jenis potongan. Pemerintah terus memperluas distribusi pangan murah agar kebutuhan masyarakat terpenuhi secara adil dan terjangkau.
Baca juga: “Tekan Harga Daging Sapi, Pemprov DKI Gelar Operasi Pangan Murah di 197 Titik”
Spiethanderson - Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar agenda krusial di Akademi Militer, Magelang. Beliau mengumpulkan…
Spiethanderson - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan pernyataan resmi terkait diplomasi militer terbaru Pertahanan…
Spiethanderson - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan pembalikan arah yang sangat…
Spiethanderson - Ketua Umum GRIB Jaya melontarkan tuntutan keras kepada Menteri Maruarar Sirait. Ia meminta…
Spiethanderson - Dalam ekosistem kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), peran Roamer telah bertransformasi dari…
Spiethanderson - Rumor lini Samsung Galaxy S27 kini semakin memanas di kalangan pecinta teknologi global.…