Kilas Balik Peristiwa 11 September 2001 di WTC
Spiet Handerson – Kilas Balik Peristiwa 11 September 2001 menjadi salah satu tragedi terorisme paling mengerikan dalam sejarah modern. Serangan itu menargetkan simbol ekonomi dan militer Amerika Serikat, meninggalkan luka mendalam yang masih terasa hingga kini.
Sebanyak 19 teroris membajak empat pesawat komersial milik American Airlines dan United Airlines pada pagi hari. Dua pesawat ditabrakkan ke menara kembar World Trade Center (WTC) di New York, menyebabkan gedung runtuh kurang dari dua jam. Pesawat ketiga menabrak Pentagon, markas besar Departemen Pertahanan AS di Arlington, Virginia.
“Baca Juga: Pria Penghuni Panti Tewas Terseret Arus Bengawan Solo”
Pesawat keempat, United Airlines Flight 93, awalnya diarahkan ke Washington D.C. Namun, para penumpang berhasil melawan pembajak. Pesawat akhirnya jatuh di ladang dekat Shanksville, Pennsylvania. Meski rencana teror berhasil digagalkan, seluruh penumpang dan awak pesawat tewas.
Jumlah korban jiwa sangat besar. Sebanyak 2.753 orang meninggal di WTC, 184 orang tewas di Pentagon, dan 40 orang tewas di Pennsylvania. Dari ribuan korban di WTC, sekitar 1.644 telah berhasil diidentifikasi. Kerugian ekonomi akibat serangan tersebut ditaksir mencapai USD 123 miliar.
Pada Desember 2001, lima orang terduga terlibat dalam serangan 9/11 diadili. Mereka adalah Khalid Sheikh Mohammad, Walid bin Attash, Ramzi Binalshibh, Ali Abd al Aziz Ali, dan Mustafa al-Hawsawi. Mereka ditahan di penjara Teluk Guantanamo. Tuduhannya adalah merencanakan dan mendukung serangan teroris tersebut.
Pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden, akhirnya ditemukan. Ia tewas pada Mei 2011. Kematiannya terjadi dalam operasi militer AS. Operasi itu berlangsung di Abbottabad, Pakistan. Pasukan khusus AS menggunakan dua helikopter Black Hawk. Setelah satu dekade buron, Bin Laden tewas. Penggerebekan itu berlangsung sekitar 40 menit. Satu putra Bin Laden juga tewas dalam operasi tersebut.
“Baca Juga: Tank Tank Israel Serbu Permukiman Utama di Kota Gaza”
Serangan 9/11 bukan hanya menghancurkan gedung dan merenggut nyawa, tetapi juga mengubah arah kebijakan luar negeri AS. Hingga kini, tragedi ini menjadi pengingat dunia tentang ancaman terorisme internasional dan pentingnya kerja sama global menghadapi teror.
Pemerintah Amerika Serikat menuding jaringan Al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden sebagai dalang utama serangan. Peristiwa ini memicu perang global melawan terorisme, termasuk invasi AS ke Afghanistan.d
Spiethanderson - Banyak warga Jakarta membeli kendaraan bekas untuk mobilitas harian mereka. Namun, masalah muncul…
Spiethanderson - Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar agenda krusial di Akademi Militer, Magelang. Beliau mengumpulkan…
Spiethanderson - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan pernyataan resmi terkait diplomasi militer terbaru Pertahanan…
Spiethanderson - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan pembalikan arah yang sangat…
Spiethanderson - Ketua Umum GRIB Jaya melontarkan tuntutan keras kepada Menteri Maruarar Sirait. Ia meminta…
Spiethanderson - Dalam ekosistem kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), peran Roamer telah bertransformasi dari…