International

Kolombia Usir Diplomat Israel Usai Armada Sumud Flotilla Dicegat

Spiet Handerson – Kolombia Usir Diplomat Israel , Presiden Kolombia Gustavo Petro mengumumkan pengusiran seluruh diplomat Israel dari negaranya. Keputusan itu muncul setelah Angkatan Laut Israel mencegat armada kemanusiaan Global Sumud di perairan dekat Gaza.

Petro menegaskan tindakan ini sebagai respons diplomatik atas penyitaan kapal yang membawa bantuan untuk Palestina. Armada tersebut ditahan saat mencoba menembus blokade Israel di jalur laut.

Kantor kepresidenan Kolombia menyebut dua warganya berada di atas kapal yang disita. Mereka diduga terlibat dalam misi kemanusiaan dan bukan aktivitas politik atau militer. Petro menuntut pembebasan segera kedua warga Kolombia itu.

“Baca Juga: Kerusuhan Protes Gen Z 212 Maroko, 2 Orang Meninggal”

Melalui unggahan di platform X pada Rabu (1/10/2025), Petro menulis bahwa kedua warganya “berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan untuk solidaritas dengan Palestina.” Ia menekankan Kolombia tidak akan berdiam diri melihat warga negaranya ditahan secara sepihak.

Selain pengusiran diplomat, Kolombia juga menangguhkan perjanjian perdagangan bebas dengan Israel. Langkah ini memperdalam ketegangan diplomatik yang sudah meningkat akibat konflik Gaza. Petro menyatakan negaranya memihak pada prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.

Keputusan ini menambah daftar negara Amerika Latin yang mengambil sikap keras terhadap Israel. Sebelumnya, beberapa negara kawasan juga menurunkan hubungan diplomatik akibat operasi militer Israel di Gaza.

Tindakan Kolombia menunjukkan pergeseran signifikan dalam kebijakan luar negerinya. Pemerintah berusaha menegaskan posisi sebagai negara yang membela hak asasi manusia.

Ke depan, langkah Petro diperkirakan memicu reaksi tajam dari Israel. Situasi diplomatik antara kedua negara pun kemungkinan akan memasuki fase paling tegang dalam beberapa dekade terakhir.

Kolombia Usir Diplomat Israel, Armada Global Disergap Israel, Aktivis Dunia Termasuk Greta Thunberg Ditahan

Armada kemanusiaan yang berangkat dari Spanyol bulan lalu dicegat oleh militer Israel di Laut Mediterania. Kapal tersebut membawa aktivis dari lebih 40 negara, termasuk aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg. Penahanan para aktivis langsung memicu gelombang kritik internasional.

Israel menyebut operasi itu sebagai tindakan pencegahan terhadap apa yang mereka anggap provokasi. Menurut pejabat Israel, armada tidak bertujuan mengirim bantuan, tetapi dianggap berupaya mendukung Hamas. Penilaian ini dibantah oleh penyelenggara yang menyatakan tujuan murni adalah membawa bantuan dan solidaritas untuk Gaza.

“Baca Juga: Depresi Judol, Pria Cilincing Nekat Akhiri Hidup”

Penangkapan tersebut memperlebar ketegangan diplomatik. Protes muncul di sejumlah negara, menyoroti perlakuan Israel terhadap aktivis asing. Presiden Kolombia Gustavo Petro ikut mengecam. Pekan lalu, Amerika Serikat bahkan mencabut visanya setelah ia mengkritik keras kebijakan Washington. Petro sebelumnya menyerukan kepada tentara AS untuk menolak perintah Presiden Donald Trump, pernyataan yang ia sampaikan di sidang Majelis Umum PBB.

“Operasi ini jelas merupakan pelanggaran hukum internasional dan hak asasi manusia,” ujar salah satu juru bicara kelompok solidaritas. Sejumlah pemerintah Eropa juga mendesak Israel untuk segera membebaskan para aktivis.

Peristiwa ini menunjukkan meningkatnya isolasi diplomatik Israel akibat kebijakan blokade Gaza. Penahanan tokoh internasional seperti Thunberg diyakini akan memperbesar tekanan global. Ke depan, situasi diperkirakan semakin memanas karena banyak negara menuntut akuntabilitas dan jaminan keselamatan bagi warganya yang ikut dalam armada tersebut.

setnis

Recent Posts

Retret Lembah Tidar: Agenda Prabowo dan Ketua DPRD

Spiethanderson - Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar agenda krusial di Akademi Militer, Magelang. Beliau mengumpulkan…

4 hours ago

Pertahanan RI-AS: Kemlu Bantah Bebas Ruang Udara

Spiethanderson - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan pernyataan resmi terkait diplomasi militer terbaru Pertahanan…

2 days ago

Emas Antam Lompat Rp 45.000 Usai Anjlok

Spiethanderson - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan pembalikan arah yang sangat…

4 days ago

Ketum GRIB ke Menteri Ara: Buktikan Ini Lahan Negara!

Spiethanderson - Ketua Umum GRIB Jaya melontarkan tuntutan keras kepada Menteri Maruarar Sirait. Ia meminta…

6 days ago

Roamer Masterclass: 5 Trik Rotasi untuk Dominasi Objektif Tim

Spiethanderson - Dalam ekosistem kompetitif Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), peran Roamer telah bertransformasi dari…

1 week ago

Samsung Galaxy S27: Bocoran Varian Baru yang Siap Meluncur

Spiethanderson - Rumor lini Samsung Galaxy S27 kini semakin memanas di kalangan pecinta teknologi global.…

1 week ago