Spiet Handerson – Spanyol Kirim Kapal Perang, spanyol mengikuti jejak Italia. Mereka akan mengirim kapal perang. Kapal itu akan melindungi Armada Global Sumud. Armada ini terdiri dari sekitar 50 kapal. Kapal-kapal ini menuju Gaza. Langkah ini diambil setelah armada diserang. Serangan nirawak diduga didalangi Israel.
Kapal-kapal kemanusiaan ini berangkat dari Barcelona. Perjalanan dimulai awal September. Tujuannya adalah menembus blokade laut Israel. Armada ini membawa 500 aktivis dan politisi.
“Baca Juga: Eks Presiden Sarkozy Dihukum 5 Tahun, Terima Dana Pilpres 2007”
Serangan nirawak terjadi pada Selasa malam. Tepatnya di lepas pantai Yunani. Para aktivis mengatakan kapal-kapal itu menjadi sasaran. Pesawat nirawak menjatuhkan alat peledak. Lebih dari selusin ledakan terjadi. Mereka menuduh Israel sebagai pelakunya.
Tindakan Spanyol dan Italia sangat penting. Mereka menunjukkan solidaritas terhadap misi ini. Pengiriman kapal perang menegaskan komitmen mereka. Mereka ingin memastikan bantuan sampai ke Gaza. Ini juga mengirim pesan kuat. Bahwa komunitas internasional tidak tinggal diam. Mereka akan melindungi upaya kemanusiaan.
Spanyol Kirim Kapal Perang, Reaksi Eropa atas Serangan Armada Kemanusiaan Gaza
Menyusul serangan pesawat nirawak, Roma dan Madrid bereaksi. Mereka akan mengirimkan kapal angkatan laut. Tujuannya adalah melindungi Armada Global Sumud. Mereka juga ingin memastikan keselamatan warga negara mereka.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam serangan itu. Ia menyebut armada GSF “berbahaya dan tidak bertanggung jawab”. Namun, Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto melihat berbeda. Ia mengatakan di depan parlemen. “Ini adalah tindakan kemanusiaan,” ujarnya. Itu adalah kewajiban negara.
“Baca Juga: 5 Warga Sipil Dibunuh KKB Papua, Baku Tembak Saat Evakuasi”
Senada dengan Italia, Spanyol juga bertindak. Perdana Menteri Pedro Sanchez memberikan alasan serupa. Kapal perang dibutuhkan untuk menjamin keselamatan. “Warga negara kami dapat diselamatkan,” katanya. Sanchez menegaskan akan melindungi warga Spanyol. Ini akan dilakukan secara diplomatik dan politis.
Israel berkomitmen untuk menghentikan armada itu. Mereka menyebut Gaza sebagai “zona pertempuran aktif”. Israel berdalih adanya “blokade laut yang sah.” Israel sebelumnya telah menghentikan dua upaya sejenis. Upaya tersebut terjadi pada Juni dan Juli.
Roma menawarkan jalan tengah. Bantuan dapat diturunkan di Siprus. Gagasan ini didukung oleh Israel. Namun, delegasi Italia dalam GSF menolak. Mereka ingin misi tetap sesuai tujuan awal. Yaitu menembus blokade laut Israel.




Leave a Reply