LRT Jabodebek Cetak Rekor Penumpang pada Mei 2026, Mobilitas Publik Terus Menguat
spiethanderson – LRT Jabodebek mencatat capaian penting pada Mei 2026 setelah jumlah penggunanya menembus rekor tertinggi sejak layanan ini beroperasi. Rekor tersebut terjadi pada dua kategori perjalanan, yakni hari kerja serta periode libur nasional dan akhir pekan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa transportasi publik berbasis rel semakin menjadi pilihan masyarakat di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Pada hari kerja, LRT Jabodebek melayani 129.692 pengguna pada Selasa, 26 Mei 2026. Angka ini menjadi catatan tertinggi sepanjang operasional layanan tersebut. Jumlah itu naik sekitar 2 persen dibandingkan rekor sebelumnya pada 28 April 2026, ketika LRT Jabodebek mengangkut 127.089 pengguna.
Rekor Hari Kerja Naik dari Catatan April 2026
Capaian pada 26 Mei 2026 menunjukkan kenaikan 2.603 pengguna dari rekor sebelumnya. Peningkatan ini memperlihatkan bahwa permintaan perjalanan pada hari kerja terus bertambah, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Kenaikan jumlah penumpang juga menggambarkan perubahan pola mobilitas masyarakat perkotaan. Banyak pengguna mulai mengandalkan LRT Jabodebek untuk perjalanan rutin menuju kawasan perkantoran, pusat kegiatan ekonomi, dan titik transit transportasi lain.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyebut pertumbuhan pengguna sebagai tanda meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik. Menurutnya, layanan yang konsisten dan mudah diakses menjadi faktor penting dalam mendorong masyarakat beralih ke angkutan massal.
Periode Libur Nasional Juga Catat Rekor Baru
Selain hari kerja, LRT Jabodebek juga mencatat rekor pengguna pada periode libur nasional dan akhir pekan. Pada Kamis, 28 Mei 2026, layanan ini mengangkut 59.870 pengguna.
Jumlah tersebut naik 13 persen dibandingkan rekor sebelumnya pada 25 April 2026, yang mencapai 52.775 pengguna. Dengan demikian, terdapat tambahan 7.093 pengguna pada periode libur nasional tersebut.
Kenaikan pada hari libur menunjukkan bahwa LRT Jabodebek tidak hanya digunakan untuk perjalanan komuter. Masyarakat juga memanfaatkannya untuk kegiatan rekreasi, kunjungan keluarga, perjalanan ke pusat belanja, dan aktivitas lain di luar rutinitas kerja.
Baca Juga : “BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat di Indonesia Hari Ini“
Stasiun Harjamukti Jadi Titik Keberangkatan Terpadat Pagi Hari
Pada jam sibuk pagi, Stasiun Harjamukti menjadi titik keberangkatan dengan volume pengguna tertinggi. Selama periode tap in pukul 06.00–08.00 WIB, stasiun ini mencatat 6.180 pengguna.
Stasiun Cikunir 1 menyusul dengan 2.891 pengguna, lalu Stasiun Jatimulya mencatat 2.733 pengguna. Data ini menunjukkan kuatnya arus perjalanan dari kawasan penyangga menuju pusat aktivitas di Jakarta.
Sebagian besar pengguna pada periode pagi bergerak menuju Stasiun Kuningan, Pancoran, dan Dukuh Atas BNI. Stasiun Kuningan menjadi tujuan utama dengan 7.390 pengguna, disusul Pancoran sebanyak 5.507 pengguna dan Dukuh Atas BNI sebanyak 4.589 pengguna.
Arus Sore Didominasi Perjalanan Keluar dari Jakarta
Pada sore hingga malam hari, pola perjalanan pengguna LRT Jabodebek berbalik arah. Mobilitas didominasi perjalanan dari kawasan Jakarta menuju wilayah penyangga.
Dalam periode pukul 16.00–21.00 WIB, volume tap in tertinggi tercatat di Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia dengan 14.527 pengguna. Stasiun Kuningan berada di posisi berikutnya dengan 12.320 pengguna, sementara Stasiun Rasuna Said mencatat 6.750 pengguna.
Pola ini sejalan dengan karakter perjalanan komuter harian. Pengguna berangkat dari kawasan hunian pada pagi hari, lalu kembali dari pusat aktivitas pada sore dan malam hari.
Total Penumpang LRT Jabodebek Terus Bertambah Sejak 2023
Pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek juga terlihat dari capaian jangka panjang. Sejak mulai beroperasi pada 28 Agustus 2023 hingga 28 Februari 2026, layanan ini telah melayani 64,3 juta penumpang.
Sepanjang 1 Januari hingga 28 Februari 2026, LRT Jabodebek mengangkut 5,2 juta penumpang. Rata-rata hariannya mencapai 88 ribu penumpang, lebih tinggi dibandingkan rata-rata harian 2025 yang berada di angka 78,9 ribu penumpang.
Pada Februari 2026 saja, jumlah pengguna mencapai 2,53 juta penumpang. Hari kerja masih menjadi penyumbang terbesar, dengan rata-rata 116.714 penumpang per hari. Sementara itu, akhir pekan mencatat rata-rata 42.916 penumpang per hari.
Pertumbuhan Tahunan Menunjukkan Tren Positif
Secara tahunan, jumlah pengguna LRT Jabodebek menunjukkan tren kenaikan. Pada 2023, layanan ini mencatat 4,6 juta penumpang. Angka tersebut naik menjadi 21,1 juta penumpang pada 2024.
Pada 2025, jumlah pengguna kembali meningkat menjadi 28,8 juta penumpang. Kenaikan ini memperlihatkan bahwa LRT Jabodebek semakin dikenal dan digunakan secara rutin oleh masyarakat perkotaan.
Pelaksana Harian Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Bramantya Candrika, menyampaikan bahwa pertumbuhan pengguna menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa LRT Jabodebek akan terus menjaga keandalan operasional, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat integrasi dengan moda transportasi lain.
Integrasi Transportasi Dorong Minat Pengguna
Salah satu faktor yang memperkuat daya tarik LRT Jabodebek adalah konektivitas dengan moda transportasi lain. Pengguna dapat melanjutkan perjalanan melalui KRL, MRT, TransJakarta, Biskita, dan layanan penghubung kawasan.
Integrasi ini memberi kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan perjalanan lintas wilayah. Dengan jaringan yang saling terhubung, pengguna dapat mengatur rute perjalanan secara lebih efisien.
Dari sisi layanan, sistem pembayaran non-tunai juga semakin memudahkan pengguna. LRT Jabodebek mendukung kartu uang elektronik perbankan, Kartu Multi Trip, LinkAja, QRIS, dan Access by KAI.
Okupansi Harian Awal 2026 Capai 32 Persen
Pada awal 2026, rata-rata okupansi harian LRT Jabodebek mencapai 32 persen. Untuk hari kerja, okupansi berada di angka 36 persen.
Pergerakan penumpang terbesar tercatat di sejumlah stasiun penting, seperti Dukuh Atas, Harjamukti, Kuningan, Cikoko, dan Pancoran. Stasiun-stasiun ini menjadi simpul utama karena dekat dengan kawasan perkantoran, permukiman, dan titik perpindahan moda.
Selain itu, penerapan tarif dinamis memberi fleksibilitas bagi pengguna. Skema ini memungkinkan tarif menyesuaikan waktu perjalanan, baik pada jam sibuk maupun di luar jam sibuk.
LRT Jabodebek Perlu Jaga Kualitas Layanan di Tengah Kenaikan Penumpang
Rekor penumpang pada Mei 2026 menjadi sinyal positif bagi perkembangan transportasi publik di kawasan Jabodebek. Namun, peningkatan jumlah pengguna juga menuntut pengelola untuk menjaga ketepatan waktu, kenyamanan, keamanan, dan kapasitas layanan.
Jika tren pertumbuhan ini berlanjut, LRT Jabodebek berpotensi semakin berperan dalam mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Dampaknya dapat terasa pada efisiensi mobilitas, pengurangan kepadatan lalu lintas, dan peningkatan kualitas perjalanan harian.
Dengan dukungan integrasi antarmoda, kemudahan pembayaran, dan peningkatan layanan, LRT Jabodebek memiliki peluang besar menjadi tulang punggung transportasi perkotaan modern. Rekor Mei 2026 bukan hanya angka operasional, tetapi juga tanda bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap sistem angkutan massal yang aman, nyaman, dan terhubung.




Leave a Reply