Spiet Handerson.com – Sebuah bom bunuh diri meledak di luar gedung pengadilan distrik Islamabad, Pakistan, menewaskan 12 orang dan melukai sedikitnya 27 lainnya. Ledakan terjadi Selasa (11/11/2025) dan menimbulkan kepanikan di area sekitar pengadilan.
Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, menjelaskan pelaku sempat mencoba masuk ke gedung pengadilan, tetapi gagal. Bom kemudian diledakkan dekat mobil polisi setelah menunggu sekitar 15 menit. Pemerintah menekankan prioritas pada identifikasi pelaku dan penegakan hukum.
Baca Juga: AS Tekan Israel Berikan Akses Aman Pejuang Hamas di Rafah
Rekaman dari lokasi menunjukkan mobil terbakar dan garis polisi mengamankan area kejadian. Tim medis segera mengevakuasi korban luka ke rumah sakit untuk perawatan intensif. Kondisi korban menjadi fokus utama pihak berwenang saat ini.
Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, mengecam keras serangan tersebut. Saksi mata, termasuk pengacara Rustam Malik, menggambarkan kekacauan dan kepanikan. “Kejadian itu benar-benar kacau, banyak orang berlarian dan beberapa mobil terbakar,” ujarnya.
Pihak kepolisian berkomitmen menyelidiki serangan secara menyeluruh dan membawa pelaku ke pengadilan. Meski serangan bom bunuh diri di Islamabad jarang terjadi, pemerintah menegaskan keamanan tetap menjadi prioritas utama.
Investigasi Bom Bunuh Diri Islamabad Fokus pada Jaringan Pelaku
Pihak kepolisian Pakistan kini menargetkan pengungkapan jaringan di balik bom bunuh diri di Islamabad. Penyelidikan difokuskan pada identifikasi pelaku utama dan kemungkinan keterlibatan kelompok terorganisir.
Tim forensik memeriksa sisa-sisa mobil dan puing ledakan untuk mengumpulkan bukti teknis. Analisis ini penting untuk melacak asal bahan peledak dan metode serangan. Hasil forensik akan menjadi dasar tuntutan hukum.
.Baca Juga:Kerusuhan Penjara Ekuador: 31 Tewas, Ada Napi Digantung
Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi menegaskan koordinasi dengan lembaga keamanan nasional. Pengumpulan data intelijen dari CCTV, saksi, dan tim investigasi lapangan dilakukan secara cepat untuk menghindari serangan susulan.
Ahli keamanan menilai serangan ini menunjukkan ancaman ekstremis masih ada di ibu kota. Mereka merekomendasikan peningkatan patroli dan pengawasan di sekitar gedung publik untuk mencegah insiden serupa.
Pemerintah Pakistan berjanji menindak tegas pelaku dan jaringan terkait. Penegakan hukum yang transparan dan berbasis bukti menjadi prioritas untuk memulihkan rasa aman masyarakat di Islamabad.




Leave a Reply